RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Terkait ulah oknum pejabat Bagian Umum Setdakab Bengkulu Utara Kardo Manurung, yang menyebut-nyebut nama salah satu Aparat Penegak Hukum (APH) ketika berhadapan dengan sejumlah wartawan diruang kerja Asisten III Setdakab Bengkulu Utara Ramadanus, SE, yang diduga untuk menakut-nakuti. Kanit Tipidkor Reskrim Mapolres BU Ipda Donald Sianturi, ketika dikonfirmasi kebingungan atas namanya yang disebut oleh oknum pejabat tersebut.
Baca : Hebat, Lampaui Wewenang, Kabag Umum Memerintah Asisten III Setdakab Bengkulu Utara
Hal ini terungkap ketika awak media, mencoba meminta tanggapan kepada Ipda Donald sendiri, terkait ulah oknum pejabat yang disinyalir sengaja menyebut nama Polisi guna untuk menakuti sejumlah wartawan, yang ketika itu memiliki keperluan konfirmasi dengan Asisten III Setdakab BU Ramadanus, SE. Kebingungan Donald ini, ia tunjukkan ketika pertanyaan awak media, dikembalikan dengan pertanyaan.
“Pejabat yang mana menyebutkan nama saya?, dan seperti apa penyebutan nama saya itu,” ujar Donald.
Ketika diungkapkan bahwa pejabat tersebut seorang Kardo Manurung yang merupakan Kabag Umum Setdakab BU, Donald justru mengatakan baru mendengar adanya nama dirinya disebut-sebut tersebut. Dalam masalah ini, ia pun penasaran namanya disebut-sebut tersebut terkait permasalahan apa, dan ia ingin mengetahui sejauh mana, namanya disebut oleh oknum pejabat tersebut.
“Ucapannya seperti apa, baru dengar nama saya disebut-sebut?. Kemudian, permasalahannya tentang apa ini, bolehkah aku (Saya,red) kepo dikit?, karena belum tahu persoalannya, aku tanya dulu ya sama yang bersangkutan, yakni Asisten III dan Kabag Umum Setdakab BU,” tutupnya.
Sementara diketahui, nama Ipda Donald disebut-sebut oleh oknum pejabat Kardo Manurung diruang Asisten III ini, dapat dinilai terindikasi untuk menakut-nakuti sejumlah wartawan, berdasarkan dari ungkapannya sendiri. Dimana saat itu, Kardo Manurung tersinggung atas pernyataan awak media, yang meminta dirinya diam karena pertanyaan awak media bukan ditujukan kepadanya, melainkan ditujukan kepada asisten III. Dalam kasus ini, Kardo selalu menjadi orang yang menjawab setiap pertanyaan awak media kepada asisten III, dan hal ini dinilai tindakan kurang terpuji seorang oknum pejabat. Terlebih lagi, seorang Kardo yang merupakan pejabat eselon III dilingkungan Pemkab BU tersebut, juga menunjukkan etika yang kurang baik dihadapan awak media dan juga politisi Partai Perindo. Pasalnya, ia yang merupakan seorang bawahan mengeluarkan kata-kata perintah kepada atasannya yakni Asisten III Setdakab BU.
Etika seorang oknum pejabat ini patut menjadi sorotan, hal ini seperti yang diungkapkan oleh penghuni Media Sosial (Medsos) yang berkomentar atas pemberitaan tentang ini. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu akun medsos Haryanto S, yang diketahui merupakan akunnya salah seorang perwira personil Polres BU, yang mengungkapkan “Wajar broo..kepala sekolah dicoba ngurus pemerintahan…cuma ada di sini ni ni“.
Laporan : Redaksi

